Nah, ni buat para orang tua punya anak atau para kakak yang punya adik yang malas belajar atau bandeeeelllll bgt. Sukanya cuma maen ‘n keluyuran gak tentu arah bisa baca artikel ini. Dibaca dengan seksama ya, biar anak Indonesia jadi talenta2 handal dan terasah yang bisa memajukan negeri ini.(wuih dalem bgt).
Daripada basa basi langsung aja kita tancap mang….
Malas belajar pada anak secara psikologis merupakan wujud dari melemahnya kondisi mental, intelektual, fisik, dan psikis anak. Malas belajar timbul dari beberapa sebab antara lain:
1. Kurang adanya motivasi diri. Hal ini kemungkinan belum tumbuh dikarenakan anak belum mengetahui manfaat dari belajar atau belum ada sesuatu yang ingin dicapainya.
2. Kelelahan dalam beraktivitas dapat berakibat menurunnya kekuatan fisik dan melemahnya kondisi psikis. Sebagai contoh, terlalu lama bermain atau terlalu merupakan faktor penyebab menurunnya kekuatan fisik pada anak.
3. Sikap orangtua yang tidak memberikan perhatian dalam belajar membuat anak malas belajar.
4. Guru Selaku tokoh teladan yang disegani di sekolah, terkadang sikap guru di keluhan siswa. Beberapa penyebabnya, mulai dari ketidaksiapan guru dalam mengajar, tidak menguasai bidang pelajaran yang akan diajarkan selain itu terkadang guru terlalu keras dalam mendidik siswanya.Sehingga membuat suasana belajar semakin tidak nyaman, tegang dan menakutkan bagi siswa tertentu.
5. Suasana belajar yang nyaman membuat anak menjadi rajin belajar. Rumah yang tidak dapat menciptakan suasana belajar yang baik adalah rumah yang selalu penuh dengan kegaduhan, keadaan rumah yang berantakan ataupun kondisi udara yang pengap.
Langkah-langkah Mengatasi Malas Belajar Anak Ada yang dapat membantu orangtua dalam membimbing dan mendampingi anak yang bermasalah dalam belajar antara lain:
1. Ajaklah anak untuk mengungkapkan penyebab ia malas belajar. Gunakan suasana yang mendukung untuk anak dalam menyampaikan permasalahannya.
2. Menciptakan suasana yang disiplin. Orangtua dapat menciptakan disiplin dalam belajar yang dilaksanakan secara konsisten. Latihan kedisiplinan bisa dimulai dari menyiapkan peralatan belajar, buku-buku pelajaran, mengingatkan tugas-tugas sekolah, ataupun menanyakan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam suatu pelajaran tertentu.
3. Orangtua juga harus dapat mengingatkan sang anak untuk tidak lupa mengerjakan PR. Terlepas dari itu, orangtua juga harus mendampingi sang anak dalam mengerjakan PRnya.Meskipun tidak setiap hari. Sehingga sang anak merasa bahwa orang tua selalu memperhatikannya.
4. Satu hal yang terpenting adalah ”Jangan sekali-kali mencela anak”.Karna hal tersebut dapat mempengaruhi psikis sang anak. Si anak menjadi minder dan merasa bahwa dirinya banyak kelemahan.Dan tentunya sang anak akan malas untuk berusaha.
Naahhh sekarang bisa dipraktekan yang sudah ada. Semangat yaaaaa
JANGAN GILA DUUOOOOOOOOOOOOONNNNNNNNNNNNX’S
artikelnya sangat bagus, ikut ngeling ya…